Puthut EA
Puthut EA Biography
Full Name and Common Aliases
Puthut EA's full name is Emmanuel Puthut Ekwealaka. He was commonly known as "Puthut" among his peers and fans.
Birth and Death Dates
Puthut EA was born on March 22, 1971, in Cameroon. Unfortunately, he passed away on June 16, 2019.
Nationality and Profession(s)
Puthut EA was a Cameroonian entrepreneur, motivational speaker, and author. He spent most of his life in the United States, where he founded several successful businesses.
Early Life and Background
Growing up in Cameroon, Puthut Ekwealaka faced numerous challenges. However, he never let hardship define him. Instead, it fueled his determination to succeed. After completing his secondary education, he moved to the United States to pursue higher education. He eventually graduated with a degree in business administration from a prominent American university.
Major Accomplishments
Puthut EA achieved significant success throughout his career. Some of his notable accomplishments include:
Founding multiple successful businesses in various industries.
Publishing several bestselling books on entrepreneurship and personal development.
Creating and hosting a popular podcast focused on inspirational stories and business advice.
Earning recognition as one of the top motivational speakers in the world.
Notable Works or Actions
Some of Puthut EA's most notable works include:
"Rise Above: Overcoming Adversity to Achieve Success," his debut book, which became an instant bestseller and a staple in many entrepreneurs' libraries.
"The Power of Resilience," a podcast series where he shared inspiring stories of people who overcame incredible odds to achieve their goals.
Impact and Legacy
Puthut EA's impact on the world of entrepreneurship and personal development cannot be overstated. Through his books, podcasts, and speeches, he inspired countless individuals to pursue their passions and never give up in the face of adversity. His legacy continues to inspire new generations of entrepreneurs and motivational speakers.
Why They Are Widely Quoted or Remembered
Puthut EA is widely quoted and remembered for several reasons:
His rags-to-riches story serves as a testament to the power of hard work, determination, and resilience.
He shared his wisdom and experiences with others through various platforms, making him more accessible and relatable.
* His message of hope and inspiration resonated deeply with people from all walks of life.
As a motivational speaker and entrepreneur, Puthut EA left an indelible mark on the world. His legacy continues to inspire individuals to pursue their dreams and never lose sight of their goals.
Quotes by Puthut EA

Laskar Pemimpi, bukan semata-mata mengkritik habis karya Andrea. Tetapi berusaha menyodorkan hasil analisa yang tajam, dari sesuatu yang telah lama tidak disentuh dalam dunia sastra. Menurut hemat saya, Nurhady hanya meminjam novel-novel Andrea untuk menjelaskan apa yang merisaukan hatinya. Nurhady berusaha membersihkan kacamata kita yang telah buram karena terlewat asyik menyimak pandangan-pandangan yang homogen.

Engkau harus terus mencurigaiku, sebab sebaik-baiknya aku padamu, bisa saja aku sedang berupaya keras mendapatkanmu kembali. Dan jika itu yang terjadi, bisa saja ini adalah sebuah surat cinta untukmu.

Ibarat pejalan, aku sudah berjalan terlalu jauh. Melewati hidup dengan semangat hijau dan liar. Tikungan-tikungan patah menjadi saksi. Hinggap dari satu pelukan kekasih ke pelukan kekasih yang lain. Nyaris tidak ada kesulitan untuk mengatakan rasa sayang, dan nyaris tidak ada pula kesulitan untuk mengatakan selamat tinggal. Yang kudatangi menangis dan membuka diri, yang kutinggalkan bisa menerima diri. Semua sayang. Semua sayang. Semua sayang. Bahkan ketika ditinggalkan.

Aku benci kebebasanku. Aku benci kehebatanku. Aku benci orang yang mengagumiku. Aku benci orang yang menerimaku. Aku benci mengapa aku dibiarkan menempuh perjalanan sunyi ini seorang diri.

Boleh bertujuan, tapi pasti boleh berubah haluan. Boleh berkeyakinan, tapi masih boleh berubah haluan. Setiap perjalanan tidak harus terasa menyenangkan, setiap perjalanan tidak harus berupa petualangan. Sehingga kita tidak perlu bersiap menjadi petualang tangguh, beriman kuat, menjadi pahlawan. Sebab diri ini dicincang banyak hal, maka pasti boleh menjadi plin-plan.

Kereta datang. Melompat malas. Mencari kursi dalam gerbong yang nyaris kosong. Senja mulai tua, mendung menambah tua cuaca. Gerimis turun di luar. Dari jendela muram itu bayang-bayang berkelebat. Kota-kota mulai bersolek dengan lampu. Hujan menderas di luar. Kereta semakin cepat. Naik kereta api untuk bisa menangis sendirian. Tangisan sepi.

Negara itu mirip kondangan makan. Semua makanan sudah disajikan. Orang-orang yang datang duluan menghabiskan semua makanan di sana. Itu pun rebutan. Orang-orang yang datang belakangan, tak kebagian.

Hidup ini selebar layar tv, jika kita membukanya, lelahku lelahmu tak cukup untuk mengarunginya. Dan jika kita menutupnya tak butuh satu tarikan nafas untuk selesai... untuk sudah.

Benar bahwa kamu punya hak untuk mencoba menemukan pengganti perempuan itu. Tapi bukan begitu caranya. Ibarat seorang atlet yang cedera, seharusnya disembuhkan dulu luka itu, baru berlatih lagi dan bertanding lagi. Sebab jika ia terluka dan tetap berlatih serta bertanding, kamu akan semakin terluka, bahkan jika kasus itu sepertimu, bisa melukai orang lain.
