Ulilami Rhaman
================

Full Name and Common Aliases


-----------------------------

Ulilamrir Rahman was a renowned Bengali poet, writer, and intellectual from British India. His full name is Ulilamrir Rahman, but he is often referred to by his pen name.

Birth and Death Dates


-------------------------

Ulilamrir Rahman was born in 1876 and passed away in 1938.

Nationality and Profession(s)


---------------------------------

Rahman was a Bengali poet from British India. He worked as a writer, editor, and intellectual, contributing significantly to the literary landscape of his time.

Early Life and Background


------------------------------

Ulilamrir Rahman was born into a traditional Muslim family in Bengal, then part of British India. His early life was marked by an intense interest in literature and poetry. Rahman's passion for writing led him to contribute to various Bengali publications, gaining recognition as a young writer.

Major Accomplishments


---------------------------

Rahman's most notable accomplishments include:

Editor-in-Chief of the influential literary magazine, Saptahik.
Contributions to Bengali literature: His writings showcased the depth and richness of Bengali culture, leaving an indelible mark on the country's literary heritage.

Notable Works or Actions


-----------------------------

Some of Ulilamrir Rahman's notable works include:

Poetry collections, showcasing his mastery over the Bengali language.
Essays that explored social issues and cultural identity.

Rahman also played a key role in promoting Bangla as a literary medium, paving the way for future generations of writers.

Impact and Legacy


-------------------------

Ulilamrir Rahman's contributions to Bengali literature have had a lasting impact on Indian culture. His writings continue to inspire new generations of readers and writers. The depth and richness of his poetry and essays are testaments to his enduring legacy in Indian literary history.

Why They Are Widely Quoted or Remembered


----------------------------------------------

Rahman's quotes are often cited for their insight into the complexities of human nature, social issues, and cultural identity. His writings are widely studied and admired for their mastery over language and ability to capture the essence of Bengali culture.

As a prominent figure in Indian literature, Ulilamrir Rahman's legacy serves as a reminder of the power of words to inspire, educate, and shape society.

His quotes continue to resonate with readers today, offering valuable insights into the human experience.

Quotes by Ulilamrir Rahman

Luangkanlah sedikit waktumu untuk terjun ke masyarakat.Lihat, pelajari, dan pahamilah keadaannya.Supaya saat kamu menjadi orang hebat, kelakuanmu tidak menyusahkan rakyat.
"
Luangkanlah sedikit waktumu untuk terjun ke masyarakat.Lihat, pelajari, dan pahamilah keadaannya.Supaya saat kamu menjadi orang hebat, kelakuanmu tidak menyusahkan rakyat.
Hai kawan, Tidak ada yang sulit di Republik ini, Jangan bersedih,Tersenyumlah !
"
Hai kawan, Tidak ada yang sulit di Republik ini, Jangan bersedih,Tersenyumlah !
Melangkahlah, melangkahlah sejauh kau bisa. Lihatlah keindahan Indonesia, sebuah negeri yang pantas disebut surga.Negeri ini terlalu mubazir jika tidak kau jelajahi.
"
Melangkahlah, melangkahlah sejauh kau bisa. Lihatlah keindahan Indonesia, sebuah negeri yang pantas disebut surga.Negeri ini terlalu mubazir jika tidak kau jelajahi.
Jangan jadikan pendidikan sebagai alat untuk mendapatkan harta, demi memperoleh uang untuk memperkaya dirimu.Belajarlah, supaya tidak menjadi orang bodoh dan dibodohi oleh orang.
"
Jangan jadikan pendidikan sebagai alat untuk mendapatkan harta, demi memperoleh uang untuk memperkaya dirimu.Belajarlah, supaya tidak menjadi orang bodoh dan dibodohi oleh orang.
Banyak dari kita yang tidak memulai sesuatu karena merasa belum siap, berhentilah beralasan!Mulailah dari apa yang kita bisa lakukan.Karena setiap hari adalah kesempatan untuk berbuat lebih baik, kesempatan untuk menciptakan kebaikan bagi orang-orang di sekitar kita~
"
Banyak dari kita yang tidak memulai sesuatu karena merasa belum siap, berhentilah beralasan!Mulailah dari apa yang kita bisa lakukan.Karena setiap hari adalah kesempatan untuk berbuat lebih baik, kesempatan untuk menciptakan kebaikan bagi orang-orang di sekitar kita~
Hiduplah seperti kupu-kupu. Ia mampu berproses mulai dari seekor ulat, terus berproses menjadi kepompong, lalu berjuang hingga menjadi seekor kupu-kupu yang bebas terbang dengan indah kemanapun ia mau.
"
Hiduplah seperti kupu-kupu. Ia mampu berproses mulai dari seekor ulat, terus berproses menjadi kepompong, lalu berjuang hingga menjadi seekor kupu-kupu yang bebas terbang dengan indah kemanapun ia mau.
Jabatan bukanlah sekedar kekuasaan, tetapi sebuah pengabdian. Ketika jabatan telah berakhir, bukan berarti pengabdianmu harus berhenti.Mengabdilah dimanapun kamu berada.
"
Jabatan bukanlah sekedar kekuasaan, tetapi sebuah pengabdian. Ketika jabatan telah berakhir, bukan berarti pengabdianmu harus berhenti.Mengabdilah dimanapun kamu berada.
Tuhan sebenarnya telah menyediakan penyelesaian atas kesulitan yang kita hadapi, namun Tuhan tidak segera menurunkan penyelesaiannya karena ingin mengetahui seberapa besarnya cinta kita pada Nya.
"
Tuhan sebenarnya telah menyediakan penyelesaian atas kesulitan yang kita hadapi, namun Tuhan tidak segera menurunkan penyelesaiannya karena ingin mengetahui seberapa besarnya cinta kita pada Nya.
Jangan menyelami cinta terlalu dalam.Sebab cinta tidak akan pernah mampu menjelaskan seberapa dalam dirinya.
"
Jangan menyelami cinta terlalu dalam.Sebab cinta tidak akan pernah mampu menjelaskan seberapa dalam dirinya.
Every time and place in each of our journeys, has a lot of hidden knowledge, depending on how we can find the gap to reach that knowledge.
"
Every time and place in each of our journeys, has a lot of hidden knowledge, depending on how we can find the gap to reach that knowledge.