WR

Quotes by W.S. Rendra

Ada angin dan kapuk gugur, dua-dua sudah tua pergi ke selatan.
"
Ada angin dan kapuk gugur, dua-dua sudah tua pergi ke selatan.
Ada burung, daun, kapuk, angin, dan mungkin juga debu mengendap dalam nyanyiku.
"
Ada burung, daun, kapuk, angin, dan mungkin juga debu mengendap dalam nyanyiku.
Lalu, muka Narso yang berlabuh di lehernya itu menundukkan dalam penyerahan dan pejam mata. Waktu itu apa lagi yang akan dikerjakannya lain daripada itu. Ia tak berdaya apa-apa. Ia bertindak atas naluri dan detak jantungnya. Sesuatu yang telah ia bawa sejak lahir dan tiba-tiba menuntut jalannya keluar. Begitu mendesak dan segalanya itu di luar kuasanya. Dan, cintanya yang besar makin memudahkan ia luruh dalam penyerahan yang bulat tanpa tanggung-tanggung.
"
Lalu, muka Narso yang berlabuh di lehernya itu menundukkan dalam penyerahan dan pejam mata. Waktu itu apa lagi yang akan dikerjakannya lain daripada itu. Ia tak berdaya apa-apa. Ia bertindak atas naluri dan detak jantungnya. Sesuatu yang telah ia bawa sejak lahir dan tiba-tiba menuntut jalannya keluar. Begitu mendesak dan segalanya itu di luar kuasanya. Dan, cintanya yang besar makin memudahkan ia luruh dalam penyerahan yang bulat tanpa tanggung-tanggung.
Kemarin dan esokadalah hari inibencana dan keberuntungansama sajaLangit di luar,Langit di badan,Bersatu dalam jiwa
"
Kemarin dan esokadalah hari inibencana dan keberuntungansama sajaLangit di luar,Langit di badan,Bersatu dalam jiwa
Katakanlah: apa duka, apa ria, apa nestapa, apa jenaka, apa iseng, apa segala. Bagaimanapun, mereka ada, bernapas, dan hidup juga.
"
Katakanlah: apa duka, apa ria, apa nestapa, apa jenaka, apa iseng, apa segala. Bagaimanapun, mereka ada, bernapas, dan hidup juga.
mencintaimu adalah bahagia & sedih;bahagia karna memilikimu dalam kalbu;sedih karena kita sering berpisah
"
mencintaimu adalah bahagia & sedih;bahagia karna memilikimu dalam kalbu;sedih karena kita sering berpisah
Ada burung, daun, kapuk, angin, dan mungkin juga debu mengendap dalam nyanyiku
"
Ada burung, daun, kapuk, angin, dan mungkin juga debu mengendap dalam nyanyiku