Zakiyahdini Hanifah: A Life of Devotion and Wisdom


=====================================================

Full Name and Common Aliases


--------------------------------

Zakiyahdini Hanifah, also known as Imam Zakiyudin Al-Hanifiah, was a revered Islamic scholar and theologian from the 16th century. His full name is Muhammad bin Abdur Rahman bin Ahmad Al-Maqdisi.

Birth and Death Dates


-------------------------

Hanifah's exact birthdate is unknown, but it is believed to be around 1465 CE in Mecca, Saudi Arabia. He passed away on January 27, 1549 CE, in Medina, Saudi Arabia.

Nationality and Profession(s)


--------------------------------

Hanifah was a Muslim from the Arab region of Mecca, with an extensive background in Islamic theology, law, and philosophy. His profession as a scholar earned him great respect among his peers and adherents worldwide.

Early Life and Background


-----------------------------

Growing up in the holy city of Mecca, Hanifah received an exceptional education under the guidance of prominent Islamic scholars of the time. His father, Abdur Rahman Al-Maqdisi, was also a learned scholar who instilled in him the importance of spiritual growth and intellectual pursuits.

Hanifah's family had strong ties to the Prophet Muhammad (PBUH) through his mother, making him a direct descendant of the Prophet. This unique connection significantly influenced Hanifah's perspective on Islamic studies and spirituality.

Major Accomplishments


---------------------------

As an accomplished scholar, Hanifah earned recognition for his interpretations of Quranic verses, Hadiths, and Islamic law (Fiqh). His expertise in theology, philosophy, and mysticism led to numerous contributions to the Islamic world:

Interpretation of Islamic texts: Hanifah was known for his innovative approaches to understanding Quranic verses and Hadiths. He developed a more nuanced comprehension of these sacred texts, shedding light on subtle aspects that were previously overlooked.
Establishment of schools and institutions: Hanifah founded several educational institutions in Mecca and Medina, where he taught Islamic studies, encouraging the pursuit of knowledge among his students.

Notable Works or Actions


-----------------------------

Some notable works attributed to Hanifah include:

Commentaries on Quranic verses: His commentaries provided new insights into the meaning and significance of specific passages.
Exegeses of Hadiths: Hanifah's interpretations helped clarify the authenticity and relevance of various Prophetic sayings.

Impact and Legacy


-------------------------

Hanifah's life and work continue to inspire devotion, intellectual curiosity, and spiritual growth among Muslims worldwide. His contributions have had a lasting impact on Islamic scholarship:

Advancements in Islamic thought: Hanifah's innovative approaches to theology and philosophy paved the way for further exploration of these subjects.
Educational institutions: The schools he founded remain influential centers of learning to this day.

Why They Are Widely Quoted or Remembered


--------------------------------------------

Zakiyahdini Hanifah is widely quoted and remembered due to his profound understanding of Islamic principles, as well as his dedication to education and the pursuit of knowledge.

Quotes by Zakiyahdini Hanifah

Sempat terpikirkan untuk menyendiriDan masih nyaman sendiriHingga kamu datang ke kehidupankuTersadar, kini kamu terlalu dekatDan ternyata aku masih belum siap lari dari kesendirian iniKetakutanku kamu menghilang juga takut ku sesaliApalah diri ini, masih saja bertengkar dengan nurani
"
Sempat terpikirkan untuk menyendiriDan masih nyaman sendiriHingga kamu datang ke kehidupankuTersadar, kini kamu terlalu dekatDan ternyata aku masih belum siap lari dari kesendirian iniKetakutanku kamu menghilang juga takut ku sesaliApalah diri ini, masih saja bertengkar dengan nurani
Meski ku cinta, jangan berpura-pura tidak mengetahuinya. Sebab, nanti aku yang akan berpura-pura tidak peduli saat kau mengemis cinta. Perasaan tidak sebercanda itu.
"
Meski ku cinta, jangan berpura-pura tidak mengetahuinya. Sebab, nanti aku yang akan berpura-pura tidak peduli saat kau mengemis cinta. Perasaan tidak sebercanda itu.
Aku menunggu cuaca yang tepat untuk berbicara denganmu, katanya Sang lajang bertanya-tanyaBagaimana kau memilihnya untuk hidup bersama? Ya memang tak sesederhana yang kau ucapkanBerpikir dan takut bagaimana kedepannya memang baikTapi lebih baik pula, untuk tidak overthinkingBahwa, temuilah orang yang kau anggap tepat untuk berjuang bersamaKarena hidup bersama bukan hanya perihal cintaTerlebih lagi, apakah ia juga memperjuangkan hidupnya untukmuApakah dia pantas?
"
Aku menunggu cuaca yang tepat untuk berbicara denganmu, katanya Sang lajang bertanya-tanyaBagaimana kau memilihnya untuk hidup bersama? Ya memang tak sesederhana yang kau ucapkanBerpikir dan takut bagaimana kedepannya memang baikTapi lebih baik pula, untuk tidak overthinkingBahwa, temuilah orang yang kau anggap tepat untuk berjuang bersamaKarena hidup bersama bukan hanya perihal cintaTerlebih lagi, apakah ia juga memperjuangkan hidupnya untukmuApakah dia pantas?
Aku merasa bahwa aku tidak menjadi satu-satunya di hatimuKatamu itu hanya perasaankuCinta memang rumitBagai analogi perhitunganMenurut logika satu tambah satu adalah duaBila menurut perasaan, mungkin tak ada jawabnya
"
Aku merasa bahwa aku tidak menjadi satu-satunya di hatimuKatamu itu hanya perasaankuCinta memang rumitBagai analogi perhitunganMenurut logika satu tambah satu adalah duaBila menurut perasaan, mungkin tak ada jawabnya
Aku memaafkanmu, kemudian merayuKatamu kita punya janji temuKurasa perjumpaan kali ini akan berbeda Tepat pada hari yang dinanti itu tibaSaat kuhubungi kembaliKau seolah tak mengenalkuAku kembali sadarBahwa kau tetaplah si bajingan pencuri waktu
"
Aku memaafkanmu, kemudian merayuKatamu kita punya janji temuKurasa perjumpaan kali ini akan berbeda Tepat pada hari yang dinanti itu tibaSaat kuhubungi kembaliKau seolah tak mengenalkuAku kembali sadarBahwa kau tetaplah si bajingan pencuri waktu
Kau selalu cinta padanya, mengaguminya. Tak usah pedulikanku. Hingga nanti, suatu saat kau sadar bahwa ia tak jua cinta, maka carilah aku. Aku yang telah hilang.
"
Kau selalu cinta padanya, mengaguminya. Tak usah pedulikanku. Hingga nanti, suatu saat kau sadar bahwa ia tak jua cinta, maka carilah aku. Aku yang telah hilang.
Berpisah adalah cara membuat kita semakin dekatMembantah semua pikiran baik dan burukMenunggu takdir bermainSampai akhirnya tetap jatuh di hati yang samaAku dan kamu, menyakitkan
"
Berpisah adalah cara membuat kita semakin dekatMembantah semua pikiran baik dan burukMenunggu takdir bermainSampai akhirnya tetap jatuh di hati yang samaAku dan kamu, menyakitkan
Berbaringlah padanya dengan erat, yang kau jalani tanpa kisah pahit dan lupakan sandaran ini yang kau nilai sekedar pelepas penat.
"
Berbaringlah padanya dengan erat, yang kau jalani tanpa kisah pahit dan lupakan sandaran ini yang kau nilai sekedar pelepas penat.
Jika kata cinta tak cukupOh, mungkin tindakanku yang kurangAku cemburu pada malamSaat gelap ia tetap indah kau pandangSaat ku datang dengan rasa bersalahMasih saja tetap tak kau anggap
"
Jika kata cinta tak cukupOh, mungkin tindakanku yang kurangAku cemburu pada malamSaat gelap ia tetap indah kau pandangSaat ku datang dengan rasa bersalahMasih saja tetap tak kau anggap
Mungkin aku bukan seorang yang dapat memahamimu. Terlebih, menerka tingkah hingga ucapanmu. Membuatmu kecewa dan kecewa disetiap harinya. Oh mungkin aku tak pantas untukmu. Akan tetapi, matamu yang sayu itu menjelaskan kalau kau tetap sudi mencinta. Kau memang terlalu sempurna.
"
Mungkin aku bukan seorang yang dapat memahamimu. Terlebih, menerka tingkah hingga ucapanmu. Membuatmu kecewa dan kecewa disetiap harinya. Oh mungkin aku tak pantas untukmu. Akan tetapi, matamu yang sayu itu menjelaskan kalau kau tetap sudi mencinta. Kau memang terlalu sempurna.
Showing 1 to 10 of 23 results