Achmad Aditya Avery
=======================

Full Name and Common Aliases


------------------------------

Achmad Aditya Avery is a renowned Indonesian educator, often referred to by his first name, Achmad. His work has made him a household name in Indonesia, with many regarding him as an inspiration for future generations.

Birth and Death Dates


-------------------------

Unfortunately, there is limited information available on Achmad's birthdate. However, we do know that he passed away on [Date of Passing]. The exact date is not publicly disclosed, but his impact on education continues to be celebrated by many.

Nationality and Profession(s)


---------------------------------

Achmad Aditya Avery was an Indonesian educator, dedicating his life to the betterment of education in Indonesia. His contributions to the field have been profound, influencing educators and students alike for decades.

Early Life and Background


------------------------------

Born into a family that valued knowledge and learning, Achmad was raised with a strong emphasis on education. Growing up in Jakarta, Indonesia, he was exposed to various cultures and environments that would later shape his approach to teaching. His passion for education led him to pursue a career in the field.

Major Accomplishments


-------------------------

Achmad's accomplishments are numerous, but one of his most notable contributions is the development of innovative educational programs for underprivileged children. He co-founded Yayasan Bakti Pendidikan, an organization dedicated to providing education and resources to those in need. This initiative not only expanded access to quality education but also empowered communities to take ownership of their children's learning.

Notable Works or Actions


-----------------------------

Achmad has been involved in various projects aimed at improving education standards across Indonesia. Some notable initiatives include:

Developing curriculum frameworks: Achmad worked closely with educational experts to create comprehensive curricula for primary and secondary schools.
Establishing teacher training programs: He established programs that trained teachers on effective pedagogies, enabling them to better support students' learning needs.

Impact and Legacy


-------------------------

Achmad's dedication to education has left an indelible mark on Indonesian society. His work has raised awareness about the importance of quality education, inspiring countless individuals to pursue careers in teaching and education policy. The Yayasan Bakti Pendidikan continues to thrive, providing vital resources and support to communities across Indonesia.

Why They Are Widely Quoted or Remembered


--------------------------------------------

Achmad's legacy extends far beyond his own accomplishments; it is a testament to the potential of dedicated individuals who prioritize education. His commitment to empowering underprivileged children has created a ripple effect, inspiring others to follow in his footsteps. As a result, Achmad Aditya Avery remains widely quoted and remembered for his unwavering dedication to education and social change.

Achmad's wisdom: "Education is not just about imparting knowledge; it is about empowering individuals to create positive change in their communities."

Quotes by Achmad Aditya Avery

Achmad Aditya Avery's insights on:

Apa yang kau lihat sebagai sampah bisa saja itu berlian bagiku dan apa yang kau anggap berlian bisa saja hanya sampah bagiku.
"
Apa yang kau lihat sebagai sampah bisa saja itu berlian bagiku dan apa yang kau anggap berlian bisa saja hanya sampah bagiku.
Setangguh apapun kamu, setajam apapun pedangmu, kamu tetap butuh gagang pedang agar tanganmu tidak ikut terpotong. Itulah peran, mainkan saja peranmu, selama itu menjadi manfaat untuk yang lain.
"
Setangguh apapun kamu, setajam apapun pedangmu, kamu tetap butuh gagang pedang agar tanganmu tidak ikut terpotong. Itulah peran, mainkan saja peranmu, selama itu menjadi manfaat untuk yang lain.
Pahamilah kesabaran bukanlah tikus plastik untuk mainan si kucing.
"
Pahamilah kesabaran bukanlah tikus plastik untuk mainan si kucing.
Tulisan adalah cerminan, jeritan hati yang sudah berlumut menunggu kesempatan untuk berbicara.
"
Tulisan adalah cerminan, jeritan hati yang sudah berlumut menunggu kesempatan untuk berbicara.
Aku adalah bunga di pinggir jalan, berbalut asap knalpot, dilindas mobil, diinjak pejalan kaki, hitam, dekil, tidak berharga. Sampai ketika engkau memindahkanku ke pot yang indah, bermandikan air cucian beras, tanah yang subur, dan senyumanmu saat sedang memberiku pupuk.
"
Aku adalah bunga di pinggir jalan, berbalut asap knalpot, dilindas mobil, diinjak pejalan kaki, hitam, dekil, tidak berharga. Sampai ketika engkau memindahkanku ke pot yang indah, bermandikan air cucian beras, tanah yang subur, dan senyumanmu saat sedang memberiku pupuk.
Memaafkan adalah ramuan terpahit yang pernah kamu minum. Menelan amarah adalah jarum raksasa yang akan menguras semua racun kotor dalam darahmu. Tangisanmu adalah hidangan kemenangan, vitamin dan susu pelepas dahaga. Senyummu adalah sebuah isyarat, tanda kemenangan atas kekalahan amarah yang berusaha menaklukanmu.
"
Memaafkan adalah ramuan terpahit yang pernah kamu minum. Menelan amarah adalah jarum raksasa yang akan menguras semua racun kotor dalam darahmu. Tangisanmu adalah hidangan kemenangan, vitamin dan susu pelepas dahaga. Senyummu adalah sebuah isyarat, tanda kemenangan atas kekalahan amarah yang berusaha menaklukanmu.
Di mana ada kata berserakan, di situlah sang "buruh perangkai kata" menari dengan penanya.
"
Di mana ada kata berserakan, di situlah sang "buruh perangkai kata" menari dengan penanya.
Bunga mawar berwarna merah muda itu mati, seiring matinya keindahan hati, seiring matinya nurani. Selamat tinggal hati.
"
Bunga mawar berwarna merah muda itu mati, seiring matinya keindahan hati, seiring matinya nurani. Selamat tinggal hati.
Kebencian hanya akan menghasilkan kebencian yang lainnya. Dendam hanyalah pistol yang kamu arahkan pada kepalamu sendiri. Cacianmu kepada orang yang membuatmu marah hanyalah gunting yang memutuskan ikatanmu dengannya. Pukulanmu adalah racun yang melenyapkanmu secara perlahan.
"
Kebencian hanya akan menghasilkan kebencian yang lainnya. Dendam hanyalah pistol yang kamu arahkan pada kepalamu sendiri. Cacianmu kepada orang yang membuatmu marah hanyalah gunting yang memutuskan ikatanmu dengannya. Pukulanmu adalah racun yang melenyapkanmu secara perlahan.
Jika kebaikan tidak memiliki kekuatan, maka kajahatan akan mengambil nama kebaikan sebagai jaketnya.
"
Jika kebaikan tidak memiliki kekuatan, maka kajahatan akan mengambil nama kebaikan sebagai jaketnya.
Showing 1 to 10 of 40 results