H

Hamka

32quotes

Hamka: A Renowned Indonesian Writer and Scholar


=============================================

Full Name and Common Aliases

Muhammad Nafis Al-Bantani, commonly known as Hamka (1908-1981), was an Indonesian writer, scholar, and Islamic intellectual. He is often referred to by his pen name, which translates to "The Bantenese Man of Letters."

Birth and Death Dates

Hamka was born on August 17, 1908, in Tandjoengbale, a small town in the province of Banten, West Java, Indonesia. He passed away on February 24, 1981.

Nationality and Profession(s)

Indonesian
Writer
Scholar
Islamic Intellectual

Hamka's diverse background and expertise make him one of the most prominent figures in Indonesian literature and Islamic scholarship. His works span multiple genres, including novels, short stories, essays, and poetry.

Early Life and Background

Growing up in a devout Muslim family, Hamka was exposed to Islamic teachings from an early age. He began his formal education at a madrasa (Islamic school) in Banten before continuing his studies at the Al-Azhar University in Cairo, Egypt. During this period, he developed a strong interest in Islamic scholarship and literature.

Major Accomplishments

Hamka's contributions to Indonesian literature and Islamic scholarship are immeasurable. Some of his notable achievements include:

Pioneering modern Indonesian literature: Hamka was one of the first writers to introduce modern Indonesian literature to the world stage.
Promoting Islamic values: Through his writings, he aimed to promote Islamic values and principles in Indonesia.
Encouraging education: He emphasized the importance of education and literacy among Indonesians.

Notable Works or Actions

Some of Hamka's notable works include:

"Ayat-Ayat Adinda" (Brother's Sayings): A novel that explores Islamic values and principles in a contemporary context.
"Tenggelamnya Kapal Van der Wijck" (The Sinking of the Van der Wijck Ship): A historical novel that tells the story of a Dutch ship that sank off the coast of Indonesia in 1888.
"Kisah Tahrir Al-Masjid Al-Aqsa" (The Story of the Liberation of the Al-Aqsa Mosque): An essay collection that highlights the importance of Islamic scholarship and education.

Impact and Legacy

Hamka's impact on Indonesian literature and Islamic scholarship is profound. His works have been widely read and studied, inspiring generations of writers and scholars. He has also played a significant role in promoting Islamic values and principles in Indonesia, contributing to the country's rich cultural heritage.

Why They Are Widely Quoted or Remembered

Hamka's quotes and writings are widely quoted and remembered due to their insight into Indonesian literature, Islamic scholarship, and his contributions to promoting education and literacy among Indonesians. His thoughts on life, Islam, and culture continue to inspire people around the world.

Quotes by Hamka

Seindah-indah rumah, ialah yang menyimpan seorang gadis remaja; berkucing seekor yang akan membasuh mukanya mebghadap ke tangga memberi tahubtamu akan datang.
"
Seindah-indah rumah, ialah yang menyimpan seorang gadis remaja; berkucing seekor yang akan membasuh mukanya mebghadap ke tangga memberi tahubtamu akan datang.
Panggilan 'ayah' dari anak-anak, ketika si buruh pulang dari pekerjaannya, adalah ubat duka dari dampratan majikan di kantor. Suara 'ayah' dari anak-anak yang berdiri di pintu, itulah yang menyebabkan telinga menjadi tebal, walaupun gaji kecil. Suara 'ayah' dari anak-anak, itulah urat tunggang dan pucuk bulat bagi peripenghidupan manusia.
"
Panggilan 'ayah' dari anak-anak, ketika si buruh pulang dari pekerjaannya, adalah ubat duka dari dampratan majikan di kantor. Suara 'ayah' dari anak-anak yang berdiri di pintu, itulah yang menyebabkan telinga menjadi tebal, walaupun gaji kecil. Suara 'ayah' dari anak-anak, itulah urat tunggang dan pucuk bulat bagi peripenghidupan manusia.
Oleh sebab itu maka bertambah tinggi perjalanan akal, bertambah banyak alat pengetahuan yang dipakai, pada akhirnya bertambah tinggi pulalah martabat Iman dan Islam seseorang
"
Oleh sebab itu maka bertambah tinggi perjalanan akal, bertambah banyak alat pengetahuan yang dipakai, pada akhirnya bertambah tinggi pulalah martabat Iman dan Islam seseorang
Temanmu ialah yang berkata benar dengan engkau, bukan yang membenar-benarkan dengan engkau.
"
Temanmu ialah yang berkata benar dengan engkau, bukan yang membenar-benarkan dengan engkau.
Hukum alam asli dan benar, orang yang melanggarnya terhukum kejam sekali. Kita harus berusaha senantiasa hidup di dalam garisnya.
"
Hukum alam asli dan benar, orang yang melanggarnya terhukum kejam sekali. Kita harus berusaha senantiasa hidup di dalam garisnya.
Siapa saja yang tidak lebih dulu merasakan surga dunia, tidaklah dia akan merasakan nikmat surga akhirat.
"
Siapa saja yang tidak lebih dulu merasakan surga dunia, tidaklah dia akan merasakan nikmat surga akhirat.
Surga itu adalah barang yang mata belum pernah melihat, telinga belum pernah mendengar, dan lebih tinggi dari pada apa yang terbetik di hati kita.
"
Surga itu adalah barang yang mata belum pernah melihat, telinga belum pernah mendengar, dan lebih tinggi dari pada apa yang terbetik di hati kita.
Bekerjalah, karena manusia dikirim ke dunia buat bekerja, tetapi tenangkan hati, yakinlah bahwa di dalam pekerjaan itu ada kalah dan menang.
"
Bekerjalah, karena manusia dikirim ke dunia buat bekerja, tetapi tenangkan hati, yakinlah bahwa di dalam pekerjaan itu ada kalah dan menang.
Kalau perut lapar, ibadah tak kuat, sebab itu makan dahulu, baru sembahyang.
"
Kalau perut lapar, ibadah tak kuat, sebab itu makan dahulu, baru sembahyang.
Orang yang paling kaya, ialah yang paling sedikit keperluannya, dan orang yang paling miskin, ialah yang paling banyak keperluannya.
"
Orang yang paling kaya, ialah yang paling sedikit keperluannya, dan orang yang paling miskin, ialah yang paling banyak keperluannya.
Showing 1 to 10 of 32 results